Panduan

Panduan Hadapi Banjir di Indonesia

Banjir adalah bencana hidrometeorologi paling sering terjadi di Indonesia. Menurut BNPB, lebih dari 60% kejadian bencana tahunan di Indonesia berkaitan dengan air — banjir, banjir bandang, dan rob. Panduan ini merangkum langkah-langkah resmi dari BNPB dan BMKG untuk membantu Anda dan keluarga lebih siap.

Mengenali risiko banjir di lingkungan Anda

Cek apakah tempat tinggal Anda berada di zona rawan banjir. BNPB dan BPBD provinsi merilis peta rawan banjir yang bisa diakses publik. Daerah aliran sungai (DAS) seperti Ciliwung di Jakarta, Bengawan Solo di Jawa Tengah/Timur, atau Kapuas di Kalimantan Barat memiliki riwayat banjir berulang.

Pantau peringatan dini cuaca dari BMKG melalui aplikasi InfoBMKG atau buzzr. Curah hujan ekstrem (>50 mm dalam 6 jam) di hulu sungai dapat memicu banjir di hilir dalam hitungan jam.

Sebelum banjir datang

Persiapan dilakukan jauh sebelum hujan deras tiba. Kunci utamanya adalah dokumen, persediaan, dan komunikasi keluarga.

Saat banjir terjadi

Keselamatan jiwa adalah prioritas. Barang dapat diganti, jiwa tidak.

BNPB menekankan: jangan menyeberangi air banjir setinggi lutut atau lebih tanpa pendamping. Arus dalam air keruh sulit diprediksi, dan sering ada lubang got terbuka.

Setelah banjir surut

Pemulihan pasca banjir berbahaya bagi kesehatan jika tidak dilakukan dengan hati-hati. Air banjir membawa kontaminan — limbah, bakteri, hewan berbisa.

Bagaimana buzzr membantu

buzzr menyatukan peringatan resmi BMKG (curah hujan, banjir bandang) dan PetaBencana dengan posisi Anda. Saat ada peringatan banjir dalam radius lingkungan Anda, buzzr mengirim notifikasi push — bahkan saat aplikasi tertutup.

Anda juga bisa membuat geofence "Pantauan" untuk rumah, tempat kerja, atau sekolah anak — buzzr akan mengabari saat ada insiden banjir di sekitar lokasi tersebut, kapan pun Anda berada di luar kota.

Bacaan terkait

Sumber

Panduan Hadapi Banjir di Indonesia | buzzr · buzzr